Javascript Disabled!

Please Enable Javascript if you disabled it, or use another browser we preferred Google Chrome.
Please Refresh Page After Enable

Powered By UnCopy Plugin.

KKN UMRI Kelompok 135 Sulap Ikan Patin Jadi Bola-Bola Lezat untuk Dongkrak UMKM di Sipungguk

KAMPAR — Potensi perikanan darat di Kabupaten Kampar kembali digali oleh kalangan akademisi muda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 135 menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan bola-bola ikan patin di Perpustakaan Tuan Said, Dusun Teratak, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Sabtu (22/8/2026).

​Berlangsung pukul 09.30 WIB, program kerja utama berbalut pemberdayaan UMKM ini menyasar kaum ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK setempat.

​Langkah ini diambil untuk mendongkrak nilai tambah komoditas unggulan daerah. Selama ini, ikan patin di Kampar lebih banyak dijual dalam bentuk segar atau olahan konvensional. Melalui tangan para mahasiswa, komoditas tersebut disulap menjadi produk makanan bernilai ekonomis tinggi yang berpotensi merambah pasar industri rumah tangga.

​Suasana pelatihan berlangsung cair dan edukatif. Acara yang dibuka oleh Julian Prawira ini langsung berlanjut ke sesi pemaparan bahan dan alat oleh Intan Wahyuni. Puncak acara diisi dengan demonstrasi langsung pengolahan adonan bola-bola ikan patin oleh Amelya Dinda Syahira.

​Para peserta PKK tidak hanya menonton, tetapi langsung turun tangan mencampur bahan, membentuk adonan, hingga mencicipi hasil akhir bersama-sama.

​Antusiasme tinggi terpancar dari salah satu peserta, Darni. Menurutnya, inovasi kuliner ini membuka cara pandang baru dalam memanfaatkan hasil perikanan lokal.

​“Menurut saya kegiatannya bagus, kami jadi dapat pengetahuan baru tentang cara mengolah ikan patin. Tadi kami juga ikut langsung membuat dan mencicipinya, ternyata enak dan pembuatannya cukup mudah. Harapannya nanti bisa kami coba lagi di rumah, bahkan kalau memungkinkan bisa dikembangkan juga untuk usaha,” kata Darni.

​Senada dengan peserta, Julian Prawira selaku perwakilan mahasiswa berharap sentuhan teknologi pangan sederhana ini mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi akar rumput di Desa Sipungguk.

​“Semoga apa yang telah kami praktikkan pada hari ini bisa diterapkan oleh ibu-ibu untuk mengolah ikan patin dengan cara yang baru dan bola-bola ikan patin bisa membuat UMKM lebih maju,” ujar Julian.

​Lewat inisiatif ini, KKN UMRI Kelompok 135 optimis produk olahan berbasis potensi lokal tersebut dapat bertransformasi menjadi produk andalan baru yang menopang kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sipungguk ke depan.

 

Sumber: Kelompok 135 Mahasiswa KKN 2026 https://umri.ac.id/ Universitas Muhammadiyah Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP