Buluh Rampai, Indragiri Hulu— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Psikoedukasi Anti-Bullying bagi siswa SDN 008 Buluh Rampai, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 10–11 Agustus 2026, tersebut menyasar siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 143 UMRI dalam memberikan edukasi sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari tindakan perundungan.
Psikoedukasi diberikan secara bertahap kepada siswa kelas 1 sampai kelas 6 dengan menyesuaikan bahasa dan metode penyampaian berdasarkan usia serta tingkat pemahaman peserta didik. Mahasiswa KKN mengajak para siswa mengenali berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari bullying secara verbal, fisik, sosial, hingga tindakan yang dapat berdampak pada kondisi psikologis korban.
Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk dan dampak bullying, mahasiswa juga mengajarkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan perundungan. Para siswa didorong untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying, melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta membangun kebiasaan untuk saling menghargai dan membantu sesama teman.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar mudah diterima oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membangun komunikasi dua arah melalui diskusi dan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Penanggung Jawab Kegiatan Psikoedukasi Anti Bullying KKN Kelompok 143 UMRI, M.Syurur Al Yamin, menyampaikan bahwa edukasi anti-bullying penting dilakukan sejak usia sekolah dasar karena pembentukan karakter dan kebiasaan sosial anak berkembang melalui interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui apa itu bullying, tetapi juga memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik. Karena itu, pencegahan bullying harus dimulai sejak dini melalui edukasi dan pembentukan karakter,”ujar syurur.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan program KKN yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan karakter anak.
Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pelaksanaan Psikoedukasi Anti-Bullying ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui upaya membangun budaya damai, saling menghormati, serta mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Melalui edukasi anti-bullying, kami berharap sekolah dapat menjadi ruang yang bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat bagi anak-anak untuk belajar menghargai perbedaan, membangun empati, dan menciptakan hubungan sosial yang sehat,” tambah Syurur.
Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme siswa terlihat dalam mengikuti rangkaian edukasi yang diberikan oleh mahasiswa KKN Kelompok 143. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan generasi muda dan memahami pentingnya pendekatan edukatif dalam mencegah permasalahan sosial di lingkungan sekolah.
KKN Kelompok 143 UMRI berharap edukasi yang telah diberikan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta budaya sekolah yang ramah anak, saling menghargai, peduli, dan bebas dari bullying.
Kegiatan Psikoedukasi Anti-Bullying di SDN 008 Buluh Rampai menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Kelompok 143 UMRI dalam mewujudkan semangat “Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Aksi, Berdampak untuk Negeri”, sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.












